Dianggap Ingkar Janji, Seorang Kades di Baureno Bojonegoro Digeruduk Warganya

Dianggap Ingkar Janji, Seorang Kades di Baureno Bojonegoro Digeruduk Warganya
Bojonegoro kadungrejo– Ratusan warga Desa Kadungrejo Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro, Jatim, yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Kadungrejo Menggugat (AMKM), menggelar demo dengan duduk di lantai balai desa setempat, Selasa (2/05).
Mereka menuntut Kepala Desa (Kades) Kadungrejo, Bambang Suwanto, menepati janjinya tekait urusan usaha pompanisasi areal pertanian sekaligus soal bagi hasil usahanya.
“Jangan seenaknya sendiri tanpa musyawarah dengan kelompok tani tiba-tiba ada pengusaha luar desa yang memasang alat pompanisasi,” kata Wahyudi, koordinator aksi itu saat berorasi.
Bahkan, soal bagi hasil usaha areal antara petani dan pengusaha juga tiba-tiba diperdeskan menjadi 1/6. Padahal saat kampanye pencalonan lalu Kades berjanji bahwa bagi hasil areal adalah 1/7.
Menanggapi tuntutan AMKM tersebut, Kades Kadungrejo Bambang Suwanto, yang didampingi BPD dan Forpimcam Baureno, di hadapan warga menjelaskan jika pihaknya telah menggelar rapat pada Senin (01/05) dengan keputusan hasil bagi areal menjadi 1/7.
“Keputusan itu berlaku untuk pembagian hasil usaha areal seluruh wilayah Desa Kadungrejo tanpa terkecuali,” terang Bambang.
Mendengar jawaban Kades itu tak lantas membuat AMKM menerima begitu saja. Pasalnya, AMKM yang terdiri dari Poktan Lumbengerejo, Dusun Krandon dan Poktan Tirto Subur Dusun  Mandek desa setempat itu juga menuntut usaha areal ditangani pengusaha desa setempat.
“Kami tagih janjinya saat kampanye pencalonan sebagai Kades yang akan membagi 1/7  dan menyerahkan sepenuhnya usaha areal kepada pengusaha lokal, tapi nyatanya sekarang Kades malah menunjuk pengusaha dari luar,” pungkas koordinator aksi. (Saiq/Red/TJ)
http://www.terasjatim.com/dianggap-ingkar-janji-seorang-kades-di-baureno-bojonegoro-digeruduk-warganya/

Seru, Lomba Guru TK se-Kecamatan Baureno di Desa Kadungrejo


Bojonegoro (Reportase) – Ratusan guru pengajar Taman Kanak-kanak (TK) se wilayah Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, berjubel memadati Balai Desa Kadungrejo, Kecamatan Baureno, Selasa (21/03/2015). Bukan hendak demo atau berunjuk rasa, ratusan guru dari  9 gugus se kecamatan itu ternyata tengah mengikuti lomba yang diselenggarakan oleh UPT Pendidikan setempat.
Berbagai perlombaan dipertandingkan dalam kegiatan tersebut. Di antaranya adalah lomba cipta senam, lomba Alat Peraga Edukasi (APE), lomba mendongeng dan lomba cerita berseri. Acara yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB itu dibuka oleh istri Camat Baureno, Ny. Wardoyo, yang hadir bersama Kepala UPT Pendidikan Kecamatan H. Kustari.
Dari pantauan Reportase, berbagai kejadian unik dan menarik mewarnai lomba dengan peserta para kaum hawa itu. Namun yang pasti, semua berjalan dengan seru, tertib dan penuh rasa kebersamaa dan kekeluargaan di antara para peserta.
“Kemenangan bukan tujuan utama kami mengikuti perlombaan ini. Tapi kebersamaan dan kerukunan serta silaturahmi antar sesama guru TK sekaligus ajang sharing, tukar pendapat dan tukar kaweruh mengenai metode pengajaran anak usia dini yang sejatinya membuat kami bersemangat hadir,” ujar seorang guru yang terengah-engah lantaran usai melakukan gerak cipta senam.
Tak berlebihan memang, suasana kekeluargaan kental sekali terasa dalam kegiatan itu. Sebagian guru TK ini juga berkompetisi sembari bersenda gurau antar sesamanya. Tak ada yang cemberut, semua terlihat penuh senyum dan canda namun tetap fokus saat mengikuti tahapan perlombaan.
Setelah semua materi perlombaan, tiba saatnya ditentukan siapa saja pemenang dari beberapa lomba yang diikuti 130 peserta tersebut. Dari hasil penjurian, lomba cipta senam, juara I diraih oleh gugus 5, juara II diraih oleh gugus 8 dan juara III diraih oleh gugus 7.
Untuk lomba APE, juara I diraih oleh gugus 1, juara II diraih gugus 6, sedangkan juara III  oleh gugus 9. Sedangkan untuk lomba mendongeng, juara I gugus 6, juara II gugus 1 dan juara III gugus 8. Lomba cerita berseri, juara I diraih gugus 4, juara II gugus 1 dan juara III diraih oleh gugus 6. (saiq)
http://www.reportaseindonesianews.com/2015/03/seru-lomba-guru-tk-se-kecamatan-baureno.html

Perayaan tahun baru dan pandangan islam

Dewa Matahari di Perayaan Tahun Baru & Pandangan IslamSetiap akhir tahun biasanya semua manusia di dunia ini tidak terkecuali kaum Muslim mengalami wabah penyakit yang luar biasa, pengidap penyakit ini biasanya menjadi suka menghamburkan harta untuk berhura-hura, euforia yang berlebihan, pesta pora dengan makanan yang mewah, minum-minum semalam penuh, lalu mendadak ngitung (3.., 2.., 1.. Dar Der Dor!).

Wabah itu bukan flu burung, bukan juga kelaparan, tapi wabah penyakit akhir tahun yang kita biasa sebut dengan tradisi perayaan tahun baruan. Kaum muda pun tak ketinggalan merayakan tradisi ini. Kalo yang udah punya gandengan merayakan dengan jalan-jalan konvoi keliling kota, pesta di restoran, kafe, warung (emang ada ya?)
Kalo yang jomblo yaa.. tiup terompet, baik terompet milik sendiri ataupun minjem (bagi yang nggak punya duit). Kalo yang kismin, ya minimal jalan-jalan naik truk bak sapi lah, sambil teriak-teriak nggak jelas.

Dan bagi kaum adam yang normal menurut pandangan jaman ini, kesemua perayaan itu tidaklah lengkap tanpa kehadiran kaum hawa. Karena seperti kata iklan “nggak ada cewe, nggak rame”

Bahkan di kota-kota besar, tak jarang setelah menunggu semalaman pergantian tahun itu mereka mengakhirinya dengan perbuatan-perbuatan terlarang di hotel atau motel terdekat.

Yah itulah sedikit cuplikan fakta yang sering kita lihat, dengar, dan rasakan menjelang malam-malam pergantian tahun. Ini dialami oleh kaum muslimin, khususnya para anak muda yang memang banyak sekali warna dan gejolaknya. Nah, sebagai pemuda-pemudi muslim yang cerdas, agar kita nggak salah langkah di tahun baruan ini, maka kita harus menyimak gimana seharusnya kita menyikapi momen yang satu ini.

Asal muasal tahun baruan

Awal muasal tahun baru 1 Januari jelas dari praktik penyembahan kepada dewa matahari kaum Romawi. Kita ketahui semua perayaan Romawi pada dasarnya adalah penyembahan kepada dewa matahari yang disesuaikan dengan gerakan matahari.
Sebagaimana yang kita ketahui, Romawi yang terletak di bagian bumi sebelah utara mengalami 4 musim dikarenakan pergerakan matahari. Dalam perhitungan sains masa kini yang juga dipahami Romawi kuno, musim dingin adalah pertanda ’mati’ nya matahari karena saat itu matahari bersembunyi di wilayah bagian selatan khatulistiwa.
Sepanjang bulan Desember, matahari terus turun ke wilayah bahagian selatan khatulistiwa sehingga memberikan musim dingin pada wilayah Romawi, dan titik tterjauh matahari adalah pada tanggal 21-22 Desember setiap tahunnya. Lalu mulai naik kembali ketika tanggal 25 Desember. Matahari terus naik sampai benar-benar terasa sekitar 6  hari kemudian.
Karena itulah Romawi merayakan rangkaian acara ’Kembalinya Matahari’ menyinari bumi sebagai perayaan terbesar. Dimulai dari perayaan Saturnalia (menyambut kembali dewa panen) pada tanggal 23 Desember. Lalu perayaan kembalinya Dewa Matahari (Sol Invictus) pada tanggal 25 Desember sampai tanggal 1-5  Januari yaitu Perayaan Tahun Baru (Matahari Baru)
seasons

Orang-orang Romawi merayakan Tahun Baru ini biasa dengan berjudi, mabuk-mabukan, bermain perempuan dan segala tindakan keji penuh nafsu kebinatangan diumbar disana. Persis seperti yang terjadi pada saat ini.
Ketika Romawi menggunakan Kristen sebagai agama negara, maka terjadi akulturasi agama Kristen dengan agama pagan Romawi. Maka diadopsilah tanggal 25 Desember sebagai hari Natal, 1 Januari sebagai Tahun Baru dan Bahkan perayaan Paskah (Easter Day), dan banyak perayaan dan simbol serta ritual lain yang diadopsi.
Bahkan untuk membenarkan 1 Januari sebagai perayaan besar, Romawi menyatakan bahwa Yesus yang lahir pada tanggal 25 Desember menurut mereka disunat 6 hari setelahnya yaitu pada tanggal 1 Januari, maka perayaannya dikenal dengan nama ’Hari Raya Penyunatan Yesus’ (The Circumcision Feast of Jesus)
Pandangan Islam terhadap Perayaan Tahun Baru

’Ala kulli hal, yang ingin kita sampaikan disini adalah bahwa ’Perayaan Tahun Baru’ dan derivatnya bukanlah berasal dari Islam. Bahkan berasal dari praktek pagan Romawi yang dilanjutkan menjadi perayaan dalam Kristen. Dan mengikuti serta merayakan Tahun baru adalah suatu keharaman di dalam Islam.
Dari segi budaya dan gaya hidup, perayaan tahun baruan pada hakikatnya adalah senjata kaum kafir imperialis dalam menyerang kaum muslim untuk menyebarkan ideologi setan yang senantiasa mereka emban yaitu sekularisme dan pemikiran-pemikiran turunannya seperti pluralisme, hedonisme-permisivisme dan konsumerisme untuk merusak kaum muslim, sekaligus menjadi alat untuk mengeruk keuntungan besar bagi kaum kapitalis.
Serangan-serangan pemikiran yang dilakukan barat ini dimaksudkan sedikitnya pada 3 hal yaitu (1) menjauhkan kaum muslim dari pemikiran, perasaan dan budaya serta gaya hidup yang Islami, (2) mengalihkan perhatian kaum muslim atas penderitaan dan kedzaliman yang terjadi pada diri mereka, dan (3) menjadikan barat sebagai kiblat budaya kaum muslimin khususnya para pemuda.
Ketiga hal tersebut jelas terlihat pada perayaan tahun baru yang dirayakan dan dibuat lebih megah dan lebih besar daripada hari raya kaum muslimin sendiri. Tradisi barat merayakan tahun baru dengan berpesta pora, berhura-hura diimpor dan diikuti oleh restoran, kafe, stasiun televisi dan pemerintah untuk mangajarkan kaum muslimin perilaku hedonisme-permisivisme dan konsumerisme.
Kaum muslim dibuat bersenang-senang agar mereka lupa terhadap penderitaan dan penyiksaan yang terjadi atas saudara-saudara mereka sesama muslim. Dan lewat tahun baruan ini pula disiarkan dan dipropagandakan secara intensif budaya barat yang harus diikuti seperti pesta kembang api, pesta minum minuman keras serta film-film barat bernuansa persuasif di televisi.
Semua hal tersebut dilakukan dengan bungkus yang cantik sehingga kaum muslimin kebanyakan pun tertipu dan tanpa sadar mengikuti budaya barat yang jauh dari ajaran Islam. Anggapan bahwa tahun baru adalah “hari raya baru” milik kaum muslim pun telah wajar dan membebek budaya barat pun dianggap lumrah.
”Sungguh kamu akan mengikuti (dan meniru) tradisi umat-umat sebelum kamu bagaikan bulu anak panah yang serupa dengan bulu anak panah lainnya, sampai kalaupun mereka masuk liang biawak niscaya kamu akan masuk ke dalamnya pula”. Sebagian sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, orang-orang Yahudi dan Nasrani-kah?” Beliau menjawab: ”Siapa lagi (kalau bukan mereka)?” (HR Bukhari dan Muslim)
Walhasil, kaum secara i’tiqadi dan secara logika seorang muslim tidak layak larut dan sibuk dalam perayaan haram tahun baruan yang menjadi sarana mengarahkan budaya kaum muslim untuk mengekor kepada barat dan juga membuat kaum muslimin melupakan masalah-masalah yang terjadi pada mereka.

Dan hal ini juga termasuk mengucapkan selamat Tahun Baru, menyibukkan diri dalam perayaan tahun baru, meniup terompet, dan hal-hal yang berhubungan dengan kebiasaan orang-orang kafir.

Wallahua’lam

Pengurus IPNU-IPPNU Ranting Kadungrejo Periode 2013-2015 Segera Dilantik

Kadunginfo - Pelantikan pengurus baru Ikatan Pelajar Nahdhotul 'Ulama - Ikatan Pelajar Putri Nahdhotul 'Ulama (IPNU-IPPNU) ranting Kadungrejo akan dilaksanakan pada hari Jum'at, 04 september 2013. Bertempat di gedung Madrasah Tsanawiyah MIFTAHUL HUDA dukuh Mahdek desa Kadungrejo Baureno.
Sebagai ketua terpilih adalah Waras Sulaiman untuk Ikatan Pelajar Nahdhotul 'Ulama (IPNU) dan Uci untuk Ikatan Pelajar Putri Nahdhotul 'Ulama (IPPNU) periode 2013-2015.
Pemilihan sendiri dilaksanakan bersamaan dengan acara Wisata Ramadhan - Buka Bersama pada bulan Ramadhan lalu tepatnya pada tanggal 05 Agustus 2013 di gedung Diniyyah, dukuh Mojo desa Kadungrejo.
Acara pelantikan akan dihadiri oleh para pengurus IPNU-IPPNU ranting kadungrejo periode sebelumnya, Pengurus Anak Cabang (PAC) Baureno, dan segenap para tamu undangan. mdg

Hujan Disertai Angin Akibatkan Satu Luka Ringan dan Antena Roboh

Kadungrejo, Hujan beserta angin kencang yang terjadi kemaren sore, Senin 07 Oktober 2013, menyebabkan seorang warga yang berinisial "W" mengalami luka ringan di kepalanya akibat tertimpa genteng yang terjatuh karena terbawa angin di sebuah gang rumah saat akan menuju ke rumahnya.
Selain menyebabkan korban luka ringan, sapuan angin juga membuat antena televisi seorang warga juga terputus pada tiang penyangganya sehingga jari antena terjatuh dan sedikit mengalami kerusakan.
Peristiwa tersebut keduanya dialami oleh warga Mahdek RT.13/06. Tidak hanya itu, angin yang sangat kencang juga sempat mengakibatkan jaringan listrik padam namun hanya beberapa menit saja.
Hujan yang dibarengi dengan angin kencang memang biasa terjadi pada awal-awal musim penghujan seperti ini. (mdg)